Al-Quran Dan setan
apa hubungannya membaca Al Quran dengan setan?
Rasanya tak ada
yang lebih gigih dari setan dalam memperjuangkan cita-cita dan
keinginannya. Semua cara akan dicoba, dari yang terkasar sampai yang
tersamar. Dari yang betul-betul busuk hingga yang tampak rapi baik.
anda masih ingat sistem ODOJ ( One Day One Juz- red) ? atau dari anda masih ada yang mempraktekkannya ?
sistem
ini bisa dikatakan telah berhasil dan banyak yang peminat dan
manfaatnya, karena mau gak mau seseorang pasti akan "kebut-kebutan"
untuk satu hari satu juz.
nah saya akan tinjau dari yang bilang bahwa sistem ini banyak negatifnya, seperti ini :
salah
satu tipu muslihat setan kepada para pembaca dan para penghafal Al
Quran adalah dengan bisikan sistem kebut, kira kira seperti ini
bisikannya:
" ayoo kebut teruus, pokoknya baca terus tanpa kamu
telaah isi kandungannya, yang pentingkan sudah sampai target, yang
pentingkan sudah hafal, yang pentingkan khatam, Nggak usah mikirin isi
apalagi berniat susah payah mengamalkannya.” ya, dengan hanya begitu pun
orang lain sudah kagum bahwa kamu telah banyak membaca Al Quran.
jika
anda telah membaca tipu muslihat tersebut dan dalam benak anda
mengatakan seperti ini : " iya ya, untuk apa aku membaca jika tak bisa
memahami. Untuk apa aku memahami, jika tak mau mengamalkan.
lalu anda malas kembali membaca AlQuran, maka anda telah masuk jebakan setan.
kalau logikanya sperti itu maka sampai kapan anda bisa berakhlak Qurani ( membaca, memahami dan mengamalkan )
Terapinya
adalah kembalikan tipu muslihat itu dengan pertanyaan pamungkas ini :
apakah aku bisa mengamalkan isi al-quran jika belum paham? Apakah aku
bisa memahaminya, jika untuk membaca pun masih enggan?
maka benang merahnya ada di Proses.
Seperti
Optimus Prime yang berbentuk rumit dan berantakan dulu untuk merubah
wujud dari mobil pengangkut barang yang biasa ngetem di pelabuhan
menjadi robot yang tak hanya gagah aduhai dengan ke-six pack-annya, tapi
juga full pack sampe kekepala-kepala segala.
Proses itu mahal,
proses itu berbiaya dan ya, proses itu butuh waktu. Kesadaran berperoses
seperti ini akan memberikan efek hasil bahkan sebelum proses itu
sendiri selesai ketujuannya. Seperti sudah kenyang duluan saat masak
sebelum makan.
Yaqqin deh, orang yang benar-benar berAzzam akan
menjadikan Alquran sebagai pedoman hidupnya pasti akan menghargai proses
ini ( membaca, memahami dan mengamalkan ).
dan Allah akan selalu memberi jalan bagi orang yang bersungguh-sungguh.
maka
bagi yang masih terbata-bata membaca AlQuran segeralah dengan azzam
yang kuat untuk lancar membaca AlQuran, bagi yang masih dalam proses
membaca berazamlah untuk segera memahaminya ( belajar bhasa arab,
mengikuti kajian tafsir dll)
bagi yang bisa memahami artinya berazamlah selalu untuk mengamalkannya.
maka Insya Allah anda dapat berakhlakkan Qurani.
sebagai penutup pahamilah kalimat ini :
Bukti awal dari orang yang ingin mengamalkan AlQuran adalah menghafalkannya.
proses pertama bagi orang yang benar-benar ingin menghafal Quran adalah membiasakan membacanya.
pertanyaan penutup :
Berapa jam/hari anda meluangkan waktu anda untuk Al Quran ?
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar