Selasa, 07 Oktober 2014

MENJADI LEBIH BAIKDENGAN MEMPELAJARI AL-QUR'AN

Al-Quran Dan setan

apa hubungannya membaca Al Quran dengan setan?

Rasanya tak ada yang lebih gigih dari setan dalam memperjuangkan cita-cita dan keinginannya. Semua cara akan dicoba, dari yang terkasar sampai yang tersamar. Dari yang betul-betul busuk hingga yang tampak rapi baik.

anda masih ingat sistem ODOJ ( One Day One Juz- red) ? atau dari anda masih ada yang mempraktekkannya ?
sistem ini bisa dikatakan telah berhasil dan banyak yang peminat dan manfaatnya, karena mau gak mau seseorang pasti akan "kebut-kebutan" untuk satu hari satu juz.
nah saya akan tinjau dari yang bilang bahwa sistem ini banyak negatifnya, seperti ini :

salah satu tipu muslihat setan kepada para pembaca dan para penghafal Al Quran adalah dengan bisikan sistem kebut, kira kira seperti ini bisikannya:
" ayoo kebut teruus, pokoknya baca terus tanpa kamu telaah isi kandungannya, yang pentingkan sudah sampai target, yang pentingkan sudah hafal, yang pentingkan khatam, Nggak usah mikirin isi apalagi berniat susah payah mengamalkannya.” ya, dengan hanya begitu pun orang lain sudah kagum bahwa kamu telah banyak membaca Al Quran.

jika anda telah membaca tipu muslihat tersebut dan dalam benak anda mengatakan seperti ini : " iya ya, untuk apa aku membaca jika tak bisa memahami. Untuk apa aku  memahami, jika tak mau mengamalkan.
lalu anda malas kembali membaca AlQuran, maka anda telah masuk jebakan setan.
kalau logikanya sperti itu maka sampai kapan anda bisa berakhlak Qurani ( membaca, memahami dan mengamalkan )

Terapinya adalah kembalikan tipu muslihat itu dengan pertanyaan pamungkas ini : apakah aku bisa mengamalkan isi al-quran jika belum paham? Apakah aku bisa memahaminya, jika untuk membaca pun masih enggan?

maka benang merahnya ada di Proses.
Seperti Optimus Prime yang berbentuk rumit dan berantakan dulu untuk merubah wujud dari mobil pengangkut barang yang biasa ngetem di pelabuhan menjadi robot yang tak hanya gagah aduhai dengan ke-six pack-annya, tapi juga full pack sampe kekepala-kepala segala.
Proses itu mahal, proses itu berbiaya dan ya, proses itu butuh waktu. Kesadaran berperoses seperti ini akan memberikan efek hasil bahkan sebelum proses itu sendiri selesai  ketujuannya. Seperti sudah kenyang duluan saat masak sebelum makan.

Yaqqin deh, orang yang benar-benar berAzzam akan menjadikan Alquran sebagai pedoman hidupnya pasti akan menghargai proses ini ( membaca, memahami dan mengamalkan ).
dan Allah akan selalu memberi jalan bagi orang yang bersungguh-sungguh.

maka bagi yang masih terbata-bata membaca AlQuran segeralah dengan azzam yang kuat untuk lancar membaca AlQuran, bagi yang masih dalam proses membaca berazamlah untuk segera memahaminya ( belajar bhasa arab, mengikuti kajian tafsir dll)
bagi yang bisa memahami artinya berazamlah selalu untuk mengamalkannya.
maka Insya Allah anda dapat berakhlakkan Qurani.

sebagai penutup pahamilah kalimat ini :
Bukti awal dari orang yang ingin mengamalkan AlQuran adalah menghafalkannya.
proses pertama bagi orang yang benar-benar ingin menghafal Quran adalah membiasakan membacanya.

pertanyaan penutup :
Berapa jam/hari anda meluangkan waktu anda untuk Al Quran ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar